Selasa, 07 Februari 2012
SOSIOLOGI PRODUKSI
Tinjauan Mata Kuliah
Sosiologi Produksi memiliki dimensi yang luas dibandingkan dengan ilmu ekonomi . Sosiologi Produksi tidak hanya membahas kegiatan produksi dari aspek modal dan tenaga kerja ( input ) dan produk ( output ), melainkan juga sebagai proses sosial yang kompleks . Kegiatan Produksi sebagai proses ekonomi melibatkan bukan hanya hubungan antara input dan output tetapi juga hubungan antar manusia .Oleh karena itu kegiatan produksi menjadi domain tindakan sosial.
Pembahasan Buku Materi Pokok ( BMP ) Sosiologi Produksi ini dibagi menjadi sembilan Modul . Pada Modul 1 , anda akan mempelajari sosiologi produksi sebagai bagian dari soisologi ekonomi , ruang lingkup sosiologi eknomi, dan perbedaan perbedaan dengan ilmu ekonomi. Pembahasan detail Modul 1 ini meliputi penegrtian sosiologi eknomi, perebdaan antara sosiologi ekonomi dengan dan ilmu ekonomi, serta pemikiran para tokoh sosiologi tentang ekonomi. Selain itu anda juga diajak untuk memahami ruang lingkup sosiologi produksi, seperti pembhasan berbagai perspektif sosiologi tentang kegiatan produksi, cara produktif dan non produktif dalam kegiatan produks, serta signifikansi empirik dari sosiologi produksi.
Kegiatan produksi setidaknya melibatkan 4 faktor produksi , yaitu tenaga kerja manusia , sumber daya alam, perealatan dan modalserta kegiatan pengusaha.Pada modul 2 ini akan dibahas salah satu dari empat faktor produksi tersebut , yakni tenaga kerja manusia atau pekerja.Modul ini sangat bermanfaat bagi anda yang ingin memahami faktor tenaga kerja dalam proses produksi. Pembahasan modul 2 ini meliputi konsep kerja, kesempatan kerja, , suplai tenaga kerja , permintaan tenaga kerja , pusat tenaga kerja, teori teori produktifitas marjinal,serta sektor formal dan informal. Selain isu isu tersebut dibahas juga sistem upah , seperti faktor yang menentukan tingkat upah dan dan perhitungan sistem upah.
Setelah anda mempelajari konsep tenaga kerja dan sistem pengupahan maka pada modul 3 anda diajak untuk membahas faktor produksi lainnya, yaitu tanah . Selain tanah modul ini juga membahas permasalahan rente tanah dan pasar modal yang tidak bisa diabaikan dalam pembahasan proses produksi.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Pada modul 4 anda akan mempelajari bentuk bentuk hukum organisasi produksi dan manajemen , anatara lain apa yang harus dilakukan pada saat orang pertama mendirikan perusahaan , tata organisasi produksi berdasarkan tahapan perkembangan perusahaan dan beberapa macam bentuk hukum dari perusahaan.
BalasHapusKegiatan ekonomi disentra sentra bisnis juga menjadi pokok bahasan sosiologi produksi . Apabila anda pergi kekota maka anda akan menemukan tempat tempat yang dijadikan sentra bisnis.Didalam sentra bisnis tersebut terdapat berbagai jenis toko yang menjual berbagai jenis produk. Apabila anda perhatikan maka kegiatan ekonomi disentra bisnis tersebut dapat diklasifikasikan sebagai perdagangan eceran dan perdagangan besar. Setiap bentuk perdagngan itu memiliki karakteristik khusus yang akan dibahas dalam Modul 5.
Dalam mata rantai kegiatan produksi , perilaku konsumen memiliki kedudukan yang sangat penting . Dengan mempelajari perilaku konsumen maka kita akanmngetahui apa yang melatar belakangi seseorang mengambil keputusan untuk membeli sesuatu . Bagi apar pemasar adalah penting untuk mempelajari perilaku konsumen , karena studi studi semacam ini akan memberikan petunjuk untuk mengembangkan produk produk baru , ciri ciri produk, harga, saluran, pesan dan unsur bauran pemasaran lainnya. Selain perilaku konsumen , anda juga diajak memahami perlindungan konsumen pada Modul 6.
Bagi anda yang ingin memahami perilaku produsen dan bentuk bentuk pasar maka anda dapat mempelajari Modul 7 .Bentuk pasar ternyata bisa memberikan pengaruh terhadap perilaku produsen . Produsen akan mengambil sikap tertentu , tergantung dari situasi dan kondisi pasar yang dihadapinya.. Apabila Produsen tidak mengikuti / mengabaikan kondisi dan situasi pasar maka bisa berakibat produknya tidak akan laku dijual.Sehubungan dengan perilaku produsen ini , bahkan tidak jarang produsen berperilaku berlebihan , misalnya membanting harga dibawah harga pokok,yang apabila tidak diwaspadai maka akan berakibat buruk juga bagi perusahaannya. Berbagai perilaku produsen lainnya dalam menghadapi situasi dan kondisi pasar, antara lain berusaha melakukan differensiasi barang barang produksinya ,melakukan kerjasama dengan perusahaan lain atau bahakan penggabungan perusahaan.
Modul 8 membahas aspek keadilan sosial dan hak milik. Keadilan sosial merupakan syarat mutlak dalam hubungan antar manusia , da;am kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Berbagai gejolak sosial dimasayarakat akibat adanya kesenjangan sosial dapat diartikan sebagai tanda belum meratanya keadilan sosial.Bagi dunia usaha , situasi ini tentunya kurang mendukung perkembangan dunia usaha yang sehat. Oleh karena itu para pelaku bisnis mempunyai kepentingan langsung yang sangat urgent untuk ikut mengatasi masalah ini dengan ikut memperjuangkan keadilan sosial.
Pada Modul 9 , anda diajak untuk memahami persoalan etika produksi yang harus diimplementasikan oleh para pengusaha. Hakikat bisnis memperlihatkan bahwa produsen mempunyai tujuan untuk mendapatkan keuntungan yang sebesar besarnya dari sebuah produk yang dihasilkannya. Tanggung jawab produsen adalah terletak pada perhitungan perhitungan ekonomis demi keuntungan keuntungan ( surplus ) dan bertahannya sebuah rumah produksi . Akan tetapi , benarkah bahwa produsen hanya dituntut untuk tanggung jawab ekonomis semata ? Perkembangan masyarakat telah mengubah pandangan dari produsen hanya sekedar bertanggung jawab ekonomis kepada pandangan yang menuntut produsen harus bertanggung jawab sosial kepada masayarakat dimana mereka berada.
SOSIOLOGI PRODUKSI SEBAGAI SUB dari SOSIOLOGI EKONOMI
BalasHapusDalam ekonomi , khusunya tradisi neoklasik , kegiatan produksi hanya dilihat dari sisi input ( modal dan tenaga kerja ) dan output ( produk ). Sosiologi produksi melihatnya bukan semata mata berkaitan dengan input dan output , melainkan juga sebagai proses sosial yang kompleks. Sebab kegiatan produksi sebagai proses ekonomi melibatkan hubungan antar manusia , bukan hanya hubungan antara input dan output.Oleh karena itu produski menjadi domain tindakan sosial.
Sebagai sebuah proses sosial , produksi tidak berdiri sendiri terlepas dari struktur sosial yang ada disekitarnya .Proses produksi juga berkaitan erat dengan dimensi sosial lainnya , kekuasaan , ritual dan budaya. Semua ini akan diurai dalam modul 1 sebagai variable penting dalam menganalisa proses produksi termasuk sejumlah pendekatan dalam melihat proses produksi .
Oleh karena sosiologi produksi sebagai Sub dari sosiologi ekonomi , maka dalam modul 1ini Kegiatan Belajar 1 akan membahas tentang Sosiologi Ekonomi, sedangkan pada Kegiatan Belajar 2 akan menemukan uraian yang mengupas perspektif sosiologi tentang proses produksi.
Secara umum setelah mempelajari Modul 1 ini anda diharapkan mampu menjelaskan bahwa sebuah proses produksi tidak ahanya berkaitan dengan persoalan input dan output , melainkan juga berkaitan dengan proses sosial yang kompleks.
Secara khusus setelah mempelajari materi pada Modul 1ini anda diharapkan mampu menjelaskan :
1.Pengertian sosiologi ekonomi
2.Perbedaan sosiologi ekonomi dengan ilmu ekonomi
3.Ruang lingkup sosiologi produksi
4.Pendekatan pluralis dan satu faktor dalam produksi
5.Cara produktif dan Non Produktif dalam produksi
6. Signifikan empirik sosiologi produksi.
Kegiatan Belajar 1
BalasHapusTinjauan tentang Sosiologi Ekonomi
A. Ruang Lingkup Sosiologi Ekonomi
Sebagai suatu bidang kajian , sosiologi ekonomi adalah suatu disiplin ilmu yang mudah dikenalli , akan tetapi bagi kalangan diluar sosiologi , termasuk banyak ekonom , garis konturnya ( batasnya )kurang dikenal . Karena itu kita mulai dengan mendefinisikan bidang yang hendak kita pelajari ini dan membedakannya dengan arus utama ilmu ekonomi.
1. Definisi Sosiologi Ekonomi
Secara sederhana sosiologi ekonomi dapat definisikan sebagai aplikasi perspektif sosiologis pada fenomena ekonomi. Bidang kajian itu juga dikenal dengan sosiologi mengenai ekonomi . Etizioni ( 1988 ) menyebutnya dengan sosial ekonomi dalam arti aspek sosial dari kegiatan ekonomi. Dalam versi yang lebih luas , sosiologi ekonomi adalah aplikasi kerangka berfikir , variabel variable dan model model penjelasan sosiologi pada berbagai kegiatan yang berhubungan dengan produksi, distribusi, pertukaran dan konsumsi barang atau jasa . kadang terminologi " sosial ekonomi " juga digunakan untuk aplikasi perspektif pilihan rasional atas prilaku sosial pada umumnya ( Beker , 1990 ).
Seiring dengan perkembangan sosiologi pada umumnya dan sosiologi ekonomi pada khususnya , perspektif khusus dari jaringan gender , dan konteks budaya , juga menjadi pusat perhatian sosiologi ekonomi. Selain itu , dimensi Internasional dari kehidupan ekonomi juga menjadi pembahasan sosiologi ekonomi.
Sementara itu , pentingnya faktor alam dalam pembahasan sosiologi , khususnya sosiologi ekonomi juga dikemukakan oleh Arthur L. Stinchombe ( 1982 ) .Stinchomnbe melakukan telaah atas penelitian Dyson - Hudson tentang ekologi peternakan pada masyarakat primitif Karimojong - Uganda. Kemudian membandingkannya dengan ekologi pertanian pada masayarakat Perancis Abad XVIII dan juga masyarakat ekonomi industri modern di Amerika Serikat. Salah satu kesimpulannya adalah bahwa setiap mode produksi merupakan sebuah transaksi dengan alam. Prinsip ekologi berlaku untuk setiap kegiatan ekonomi,..
Prinsip ekologi berlaku untuk setiap kegiatan ekonomi , yaitu :
BalasHapus1.struktur ekonomi dan organisasi sosial ekonomi bervariasi sesuai dengan kondisi alam setempat
2.batas abatas alami dapat ditanggulangi melalui kemajuan teknologi transportasi
3.kegiatan ekonomi disatu tempat akan menjadi input penting bagi kegiatan ekonomi disekitarnya sebagai ekonomi eksternal dan merupakan jaringan interdependensi.
Sekarang mari kita lihat perbandingan antara sosiologi ekonomi dengan ilmu ekonomi sebagai suatu cara untuk memahami karakteristik perspektif sosiologis tentang ekonomi. Dalam ilmu ekonomi dikenal tradisi klasik dan neoklasik .Ilmu ekonomi neoklasik sebagaimana diungkapkan oleh Knight ( 1985 ) bersandar pada premis aktor memiliki informasi yang lengkap dan informasi itu bebas. Dari situlah ilmu ekonomi mengembangkan tradisi analisis yang didasarkan pada asumsi asumsi resiko ( risk ) dan ketidak menetuan ( uncertainty ) serta informasi sebagai biaya ( cost ) .Ditambah lagi banayak versi mengenai rasionalitas ekonomi , misalnya Herbert Simon menekankan konsep " satisfying ' dan " bounded nationality " ( Miner , 2006 ).
Dalam sosiologi banayak pendekatan dan aliran yang berbeda .Kondisi ini mempengaruhi sosiologi ekonomi .Misalnya Weber , yang skeptis terhadap gagasan tentang " system " sosial yang diterapkan pada ekonomi atau masyarakat.Parsons memandang masyarakat sebagai suatu system dan ekonomi sebagai salah satu subsystemnya . Semua sosiolog ekonomi bisa menerima definisi tersebut diatas . Namun mereka memfokuskan pada macam macam perilaku ekonomi yang berbeda. Bahkan sebagian mereka mengemukakan bahwa sosiologi harsu berkonsentrasi pada institusi institusi dan problem problem inti ekonomi ( Granovetter , 1990 ).
Gambaran singkat diatas menggarisbawahi perbandingan antara ilmu ekonomi dengan sosiologi ekonomi yang akan membantu menjernihkan pemahaman kita mengenai karakterisitik khusus perspektif sosiologis.
2.Perbedaan dan Persamaan Sosiologi Ekonomi dan Ilmu Ekonomi.
Perbedaan teoritis antara sosiologi ekonomi dengan ilmu ekonomi akan dijelaskan berikut ini . Ringkasan secara skematis perbedaan kedua disiplin ilmu dapat dilihat pada tabel 1.1