Minggu, 26 Juli 2015

Menulis Buku Best-Seller

Menulis Buku Best-Seller Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Buku best-seller menarik untuk diperbincangkan.

Secara logika, kalau disebut best-seller, pastilah buku tersebut tercatat sebagai satu-satunya buku yang “terlaris” atau “paling laris”. Artinya, novel yang best-seller, tentulah merupakan satu-satunya novel yang terlaris di antara novel-novel lain yang beredar saat itu. Buku lain mungkin “terlaris” sebagai buku komik, buku keuangan, buku panduan (how-to), buku swa-bantu (self-help), buku politik, psikologi populer, filsafat, dan sebagainya. Intinya, karena disebut sebagai yang “terlaris”, maka tentunya cuma satu.

Buku saya yang bertajuk Menjadi Manusia Pembelajar (Penerbit Buku Kompas, 2000), sempat menjadi buku best-seller selama beberapa tahun untuk kategori nonfiksi. Maksudnya, buku tersebut adalah buku nonfiksi yang paling laris menurut data Penerbit Buku Kompas. Buku itu mengalami 3-4 kali cetak ulang dalam tiga bulan pertama masa peredarannya di pasar. Dan saya sebagai penulisnya tidak melakukan apapun yang spektakuler, revolusioner, atau gilaan-gilaan dalam rangka publisitas untuk buku tersebut. Hampir semua penjualannya melalui jalur tradisional, yakni jaringan toko buku.

Belakangan, lewat publikasi di harian Kompas, 27 Februari 2008, saya ketahui bahwa di lingkungan Penerbit Buku Kompas, hanya ada dua buku nonfiksi yang sempat mengalami cetak
... baca selengkapnya di Menulis Buku Best-Seller Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Sabtu, 18 Juli 2015

Cerdas, Cerlang (yang) Pedas

Cerdas, Cerlang (yang) Pedas Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Kepolosan anak kadang muncul sebagai pemikiran murni tanpa terdistorsi motif menang-kalah sebagaimana kita yang mengaku dewasa.

Sore itu, di ruang konsultasi saya hadir pasangan suami-isteri, Pak Deddy Kartana dan Bu Normalia, orangtua Bagas Dewantara, anak berusia 5 tahun. Mereka meminta konsultasi tentang hasil pemetaan Multiple Intelligences Bagas yang, menurut mereka, sungguh di luar bayangan. Selama ini keduanya menganggap, Bagas rendah pada kecerdasan Logika Matematika, Interpersonal, dan Intrapersonal; padahal data menunjukkan, selain Bagas memadai pada keempat kecerdasan lainnya ?Spasial, Kinestetik, Musik, dan Logika Bahasa? ia justru sangat menonjol pada ketiga kecerdasan.

“Semula kami hampir tak percaya begitu membaca hasil asesmen Bagas. Pasalnya, Bagas kami kenali tak pernah menunjukkan ketertarikan pada dunia angka, tidak terlalu banyak bicara bahkan cenderung pendiam,” tutur Pak Deddy mengawali sesi. “Satu hal yang mungkin lepas dari perhatian kami, Bagas sering menunjukkan keanehan,” lanjut Pak Deddy. Ia terdiam sesaat, terkesan sedang mengingat suatu kejadian dan kebingungan menentukan dari mana ia harus memulai kalimat berikutnya.

“Keanehan? Maksud Pak Deddy?” saya berusaha membantunya merangkai ingatan.

Pak Deddy menatap Bu Normalia, isterinya, seolah meminta ijin menceritakan kejadian yang mereka
... baca selengkapnya di Cerdas, Cerlang (yang) Pedas Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Senin, 13 Juli 2015

Perbincangan Iblis

Perbincangan Iblis Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Di pojok sebuah pub, remang-remang, musik dengan ritme yang monoton membuat jantung ikut berdegup kencang, terlihat lima sekawan iblis sedang duduk ngobrol. Rupanya mereka baru saja membujuk seorang anak muda yang masih ingusan untuk pertama kalinya masuk sebuah pub.

?Hehe, hik!? si Iblis Teler yang sedang mabuk mulai membuka perbincangan seru, ?..aku, hik!, ..pengen tahu .. hik.. apa saja yang kalian lakukan untuk menjerat manu..hik..sia agar jauh dari TUHAN, hik!?

?Idih, gampang aja deng..? jawab si Iblis Bencong sambil mengelus-elus tanduknya yang baru saja dikeriting di salon, ?..langsung aja gua suruh doi buat bikin dosa!?

?Caranya?? si Iblis Bloon penasaran.

? Ya, langsung aja aku bujuk biar ngebo?ong, nyuri, bahkan ngebunuh, wei ce!?

?Hehe? zaman sekarang manusia emang gampang dibo?ongin..? Sahut Iblis Gembrot dengan suaranya yang berat, sekitar 130 kilo beratnya, ?..kalo cara saya ialah gua bikin hati manusia penuh kekecewaan, kepahitan, benci sama temannya, ortunya atau saudaranya, itu dosanya sama dengan membunuh! Coba aja baca di 1 Yohanes 3:15?.

?Ah elo, kayak yang suka baca alkitab aja! ..Glek-glek-glek? timpal si Iblis Teler sembari terus nenggak alkohol 100%.

?Euh.. ketinggalan lu! Kita harus hapal itu isi alkitab, nyong! Kita kan bisa puter balikin ayat-ayat alkitab itu buat nipu manusi
... baca selengkapnya di Perbincangan Iblis Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Rabu, 24 Juni 2015

Wiro Sableng #101 : Gerhana Di Gajahmungkur

Wiro Sableng #101 : Gerhana Di Gajahmungkur Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1WIRO SABLENG

Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212

Karya: Bastian Tito

Episode : TUA GILA DARI ANDALAS

Satu

BERLARI cukup lama Wiro belum juga mencapai tepi barat Telaga Gajahmungkur. Di satu tempat dia berhenti dan mendongak ke atas. Langit gelap gulita. Memandang berkeliling hanya kepekatan dan pohon-pohon serta semak belukar menghitam dilihatnya.
Tiba-tiba murid Sinto Gendeng merasa sambaran angin di samping kirinya disertai berkelebatnya satu bayangan. Namun dia tidak melihat apa-apa.

"Ratu Duyung.... Kaukah itu?" ujar Wiro karena menyangka gadis bermata biru itu menyusulnya. Tak ada jawaban. "Orang bercadar.... Kau ada di sekitar sini?!" ujar Wiro kembali menduga sambil memandang berkeliling. Tetap tak ada jawaban. Mendadak satu tawa mengekeh merobek kesunyian di tempat itu. Membuat Pendekar 212 tersentak kaget dan cepat berpaling ke kiri. "Astaga! Makhluk apa yang ada di bawah pohon besar itu.

"Pendekar 212, lihat baik-baik! Apa kau masih mengenali diriku?!"

Wiro buka matanya lebar-lebar. Sejarak sepuluh langkah di hadapannya, di bawah bayang-bayang gelap sebuah pohon besar berdiri satu sosok yang tubuh dan pakaiannya menebar bau busuk. Bukan bau busuk ini yang menyebabkan Wiro merasa tercekat, namun cara orang itu berdiri yang membuatnya melengak ngeri.

"Makhluk aneh. Berujud seorang kakek. Berdiri di atas dua tangannya. Sepasang kakinya sebatas lutut ke ba
... baca selengkapnya di Wiro Sableng #101 : Gerhana Di Gajahmungkur Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Selasa, 02 Juni 2015

Jadilah Bagian dari Solusi

Jadilah Bagian dari Solusi Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Kita sering mendengar ucapan, “Kekuatan rantai ditentukan oleh mata rantai yang paling lemah.” Membawa metafor ini ke dalam tim, orang menyimpulkan, “Kekuatan tim kita ditentukan oleh anggota tim yang paling lemah!” Maafkan kekasaran saya, tapi itu benar-benar omong kosong; dan sebaiknya buang saja itu sampah!

Mengenai sambungan mata rantai, mudah dipahami gambaran dan logikanya. Kalau ada sekian banyak mata rantai yang masing-masing kuat menanggung beban satu ton disambung-sambung, tapi di antara sambungan itu ada mata rantai yang hanya kuat menanggung beban setengah ton, rangkaian mata rantai itu secara keseluruhan hanya akan kuat mengangkat beban setengah ton. Dengan beban satu ton, rantai itu akan putus, persis pada sambungan mata rantai yang memang hanya kuat mengangkat beban setengah ton.

Itu masuk akal. Juga mudah dipahami, karena pertemuan semua mata rantai yang sambung menyambung tersebut hanya merupakan pertemuan fisik yang sama sekali tidak memunculkan sinergi. Bahkan cara menyambungnya hingga membentuk rantai itu adalah sedemikian sehingga masing-masing mata rantai hanya menambah panjang, tapi juga sekaligus membebani dan tidak menambah kekuatan yang lain.

Sebaliknya, bila terjadi sinergi, pertemuan fisik di antara mata rantai itu akan menghasilkan kekuatan yang luar biasa. Coba bayangkan skenario berikut ini. Ada sepuluh mata rantai. Sembilan di antaranya masing-masing kuat mengangkat beban satu ton, dan hanya satu di a
... baca selengkapnya di Jadilah Bagian dari Solusi Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Selasa, 26 Mei 2015

Wiro Sableng #116 : Hantu Selaksa Angin

Wiro Sableng #116 : Hantu Selaksa Angin Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1WIRO SABLENG

Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212

Karya: Bastian Tito

Episode : PETUALANGAN WIRO DI LATANAHSILAM

SENGATAN sinar matahari di wajah dan sekujur badannya menyadarkan Pendekar 212 Wiro Sableng. Perlahan-lahan dia buka kedua matanya tapi serta merta dipicingkan kembali, tak tahan oleh silaunya cahaya matahari. Sambil melindungi matanya dengan tangan kiri Wiro mencoba bangkit dan duduk di tanah.

"Ampun, sekujur tubuhku sakit bukan main. Tulangtulang serasa copot. Kepalaku mendenyut tak karuan. Apa yang terjadi dengan diriku...?" Wiro buka kembali sepasang matanya. Lalu memandang berkeliling. Dia dapatkan dirinya berada di satu kawasan berbatu-batu di kaki sebuah bukit kecil. Pakaiannya kotor bahkan ada robekanrobekan di beberapa tempat. Lengan serta kakinya lecet. Ketika dia meraba kening sebelah kiri ternyata kening itu benjut cukup besar. Di depan sana dia melihat beberapa pohon besar bertumbangan. Semak belukar berserabutan dan bertebaran di mana-mana.

"Kaki bukit batu... Pohon-pohon tumbang... Sunyi. Di mana ini... Bagaimana aku bisa berada di tempat ini?" Wiro kembali memandang berkeliling. Dia coba mengingat-ingat sambil menggaruk kepala. Seperti diceritakan dalam episode terdahulu, "Rahasia Perkawinan Wiro", sebelum dinikahkan oleh Lamahila, si nenek juru nikah itu telah memberi minuman yang disebut Embun Murni kepad
... baca selengkapnya di Wiro Sableng #116 : Hantu Selaksa Angin Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Selasa, 19 Mei 2015

Jl. Flamboyan No. 9

Jl. Flamboyan No. 9 Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Siang itu panas sekali, “Fuih… panas sekali, mungkin es kelapa muda bisa menghilangkan rasa dahagaku ini” pikirku yang sedang menunggu bus di halte bus sambil menahan rasa hausku ini. Ah, sudah lima belas menit aku menunggu di halte itu namun tak kunjung datang bus yang kutunggu-tunggu.
Tak lama kemudian, seorang bapak-bapak menghampiriku. Bapak itu, dengan langkahnya yang berat penuh pengharapan dan kulitnya yang keriput serta perawakannya yang kurus dibalut kaos putih yang kelihatan lusuh dan celana pendeknya berjalan mendekat dan sampailah ia pada jarak kurang dari satu meter di hadapanku..
“Permisi, apa anda Aldi, yang kerja di toko elektronik itu?” tanya bapak itu sambil menunjuk toko elektronik tempat kerjaku di seberang sana.
“Iya, ada apa pak?” jawabku dengan agak tak kupedulikan.
“Anu, saya mau menjual televisi saya”
“ya, bisa pak, tapi dimana barangnya?”
“Di rumah saya, mari ke rumah saya, gak jauh kok dari sini” ajak bapak itu.

Akhirnya bapak itu pun membawaku ke rumahnya. Tak jauh memang, tapi karena panas kurasa membuatku san
... baca selengkapnya di Jl. Flamboyan No. 9 Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1